Minggu, 21 Juli 2013

Tata Cara dan Ketentuan Shalat 'Idul Fitri Dan Bacaan Niat juga Bacaan Shalat Idul Fitri Lengkap

Tata Cara dan Ketentuan Shalat 'Idul Fitri Dan Bacaan Niat juga Bacaan Shalat Idul Fitri Lengkap

Tata Cara dan Ketentuan Shalat 'Idul Fitri Dan Bacaan Niat juga Bacaan Shalat Idul Fitri Lengkap, Alhamdulillah, Bulan Ramadhan hampir berlalu. Dan sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadhan, Ummat Islam merayakannya pada tanggal 1 Syawal sebagai hari berbuka. Pada hari tersebut dilakukan salah satu syiar Islam yang utama, yakni Shalat ‘Idul Fithri. Berikut ini adalah panduan singkat yang kami nukil dari berbagai sumber mengenai shalat tersebut.

Menurut pendapat yang lebih kuat, hukum Shalat ‘Id adalah wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukmin.

Dalil dari hal ini adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat Shalat ‘Id (Idul Fithri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beanjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.“ (HR Muslim)

Di antara alasan wajibnya Shalat ‘Id dikemukakan oleh Shidiq Hasan Khan (murid Asy Syaukani) dalam Ar Raudhatun Nadiyah Syarh Ad Durarul Bahiyyah:

Pertama: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus melakukannya.
Kedua: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah kaum muslimin untuk keluar rumah untuk menunaikan Shalat ‘Id. Perintah untuk keluar rumah menunjukkan perintah untuk melaksanakan Shalat ‘Id itu sendiri bagi orang yang tidak punya udzur. Di sini dikatakan wajib karena keluar rumah merupakan wasilah (jalan) menuju shalat. Jika wasilahnya saja diwajibkan, maka tujuannya (yaitu shalat) otomatis juga wajib.
Ketiga: Ada perintah dalam Al Qur’an yang menunjukkan wajibnya Shalat ‘Id yaitu firman Allah Ta’ala, “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2). Maksud ayat ini adalah perintah untuk melaksanakan Shalat ‘Idul Adha.
Keempat: Shalat jum’at menjadi gugur bagi orang yang telah melaksanakan Shalat ‘Id jika kedua shalat tersebut bertemu pada hari ‘ied. Padahal sesuatu yang wajib hanya boleh digugurkan dengan yang wajib pula. Jika shalat jum’at itu wajib, demikian halnya dengan Shalat ‘Id. –Demikian penjelasan Shidiq Hasan Khan yang kami sarikan-.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang menyatakan bahwa hukum Shalat ‘Id adalah wajib bagi setiap muslim lebih kuat daripada yang menyatakan bahwa hukumnya adalah fardhu kifayah (wajib bagi sebagian orang saja). Adapun pendapat yang mengatakan bahwa hukum Shalat ‘Id adalah sunnah (dianjurkan, bukan wajib), ini adalah pendapat yang lemah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan untuk melakukan shalat ini. Lalu beliau sendiri dan para khulafaur rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali, -pen), begitu pula kaum muslimin setelah mereka terus menerus melakukan Shalat ‘Id. Dan tidak dikenal sama sekali kalau ada di satu negeri Islam ada yang meninggalkan Shalat ‘Id. Shalat ‘Id adalah salah satu syi’ar Islam yang terbesar. … Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan bagi wanita untuk meninggalkan Shalat ‘Id, lantas bagaimana lagi dengan kaum pria?”

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Menurut mayoritas ulama –ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Hambali-, waktu Shalat ‘Id dimulai dari matahari setinggi tombak sampai waktu zawal (matahari bergeser ke barat).

Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat ‘Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha. Ibnu ‘Umar yang sangat dikenal mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan kecuali hingga matahari meninggi.”

Tujuan mengapa shalat ‘Idul Adha dikerjakan lebih awal adalah agar orang-orang dapat segera menyembelih qurbannya. Sedangkan shalat ‘Idul Fitri agak diundur bertujuan agar kaum muslimin masih punya kesempatan untuk menunaikan zakat fithri.

Tempat pelaksanaan Shalat ‘Id lebih utama (lebih afdhal) dilakukan di tanah lapang, kecuali jika ada udzur seperti hujan. Abu Sa’id Al Khudri mengatakan, “Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.“

An Nawawi mengatakan, “Hadits Abu Sa’id Al Khudri di atas adalah dalil bagi orang yang menganjurkan bahwa Shalat ‘Id sebaiknya dilakukan di tanah lapang dan ini lebih afdhol (lebih utama) daripada melakukannya di masjid. Inilah yang dipraktekkan oleh kaum muslimin di berbagai negeri. Adapun penduduk Makkah, maka sejak masa silam Shalat ‘Id mereka selalu dilakukan di Masjidil Haram.”

Beberapa Tuntunan Saat Keluar untuk Shalat

 Pertama: Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat. Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat riwayat yang shahih yang menceritakan bahwa Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat mencontoh ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi pada hari ‘ied sebelum berangkat shalat.” Kedua: Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik. Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik.” Ketiga: Makan sebelum keluar menuju Shalat ‘Id khusus untuk shalat ‘Idul Fithri. Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat Shalat ‘Id pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari Shalat ‘Id baru beliau menyantap hasil qurbannya.” Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fithri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah Shalat ‘Id. Keempat: Bertakbir ketika keluar hendak Shalat ‘Id. Dalam suatu riwayat disebutkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat Shalat ‘Id (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Al Fadhl bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin’Abbas, ‘Ali, Ja’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummi Ayman, mereka mengangkat suara membaca tahlil (laa ilaha illallah) dan takbir (Allahu Akbar).” Kelima: Menyuruh wanita dan anak kecil untuk berangkat Shalat ‘Id. Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu ‘Athiyah yang pernah kami sebutkan. Namun wanita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika keluar rumah, yaitu tidak berhias diri dan tidak memakai harum-haruman. Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas –yang ketika itu masih kecil- pernah ditanya, “Apakah engkau pernah menghadiri Shalat ‘Id bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab, “Iya, aku menghadirinya. Seandainya bukan karena kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu aku tidak akan menghadirinya.” Keenam: Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda. Dari Jabir, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Shalat ‘Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.” Ketujuh: Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat. Dari Ibnu ‘Umar, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat Shalat ‘Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.“ Dalam pelaksanaannya, tidak ada shalat sunnah sebelum dan sesudah Shalat ‘Id, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, lalu beliau mengerjakan Shalat ‘Id dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah ‘ied.“ (HR Bukhari – Muslim) Juga tidak perlu adzan dan iqamah, dari Jabir bin Samuroh, ia berkata, “Aku pernah melaksanakan Shalat ‘Id (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqamah.” (HR Muslim) Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai ke tempat shalat, beliau pun mengerjakan Shalat ‘Id tanpa ada adzan dan iqomah. Juga ketika itu untuk menyeru jama’ah tidak ada ucapan “Ash Sholaatul Jaam’iah.” Yang termasuk ajaran Nabi adalah tidak melakukan hal-hal semacam tadi.”

Niat Shalat Ied Idul Fitri

Niat shalat ini, sebagaimana juga shalat-shalat yang lain cukup diucapkan didalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena Allah Ta'ala semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya, apabila ingin dilafalkan jangan terlalu keras sehingga mengganggu Muslim lainnya, memang ada beberapa pendapat tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana.

Bahasa Arab:
"Ushalli sunnatal li'iidil fitri rak'ataini (imamam/makmumam) lillahita'aalaa"
Artinya dalam Bahasa Indonesia:
"Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah Ta'ala"

Waktu dan Tata Cara Pelaksanaan Shalat Ied

Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Tata caranya adalah sebagai berikut:

Shalat Id dilakukan dua rakaat, pada prinsipnya sama dengan shalat-shalat yang lain. Namun ada sedikit perbedaan yaitu dengan ditambahnya takbir pada rakaat yang pertama 7 kali, dan pada rakaat yang kedua tambah 5 kali takbir selain takbiratul intiqal.

Bacaan setiap sesudah takbir:
Bahasa Arab:
Subhaanallaah wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar.
Arti dalam Bahasa Indonesia:
"Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah itu Maha Besar"

Adapun takbir tambahan pada rakaat pertama dan kedua itu tanpa takbir ruku', sebagaimana dijelaskan oleh 'Aisyah dalam riwayatnya: "Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah bertakbir para (shalat) Fitri dan Adha 7 kali dan 5 kali selain 2 takbir ruku'." [6]

Adapun bacaan surat pada 2 rakaat tersebut, semua surat yang ada boleh dan sah untuk dibaca.

Akan tetapi dahulu Nabi membaca pada rakaat yang pertama: "Sabbihisma" (Surat Al-A'la), dan pada rakaat yang kedua "Hal ataaka" (Surat Al-Ghasyiah). Pernah pula pada rakaat yang pertama Surat Qaf dam kedua Surat Al-Qamar [7]
Syarat Rukun dan Sunnatnya Shalat Idul Fitri

Sama seperti ibadah shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut :
- Berjamaah
- Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
- Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
- Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
- Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua. Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
- Imam menyaringkan bacaannya.
- Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jum’at
- Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum – hukum Qurban.
- Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
- Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha sebaliknya

Ucapan Selamat Hari Raya

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun tentang ucapan selamat (tah-niah) ketika hari ‘Id seperti sebagian orang mengatakan pada yang lainnya ketika berjumpa setelah Shalat ‘Id, “Taqabbalallahu minna wa minkum wa ahaalallahu ‘alaika” dan semacamnya, maka seperti ini telah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi. Mereka biasa mengucapkan semacam itu dan para imam juga memberikan keringanan dalam melakukan hal ini sebagaimana Imam Ahmad dan lainnya. Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, ‘Aku tidak mau mendahului mengucapkan selamat hari raya pada seorang pun. Namun kalau ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya.’”

“Imam Ahmad melakukan semacam ini karena menjawab ucapan selamat adalah wajib, sedangkan memulai mengucapkannya bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Dan sebenarnya bukan hanya beliau yang tidak suka melakukan semacam ini. Intinya, barangsiapa yang ingin mengucapkan selamat, maka ia memiliki qudwah (contoh). Dan barangsiapa yang meninggalkannya, ia pun memiliki qudwah (contoh).”

Demikian pemaparan singkat mengenai Shalat ‘Idul Fithri, semoga Ramadhan kita semakin bermakna dan amalan ibadah kita diterima Allah Azza wa Jalla.

Hukum Shalat ‘Ied Wajib Atau Sunnah

Fiqhislam.com - Syaikh Abu al-Hasan Mustafa bin Ismail as-Sulaimani ditanya tentang dua orang yang berselisih pendapat mengenai shalat ‘Ied, apakah hukumnya wajib, atau sunnah yang bila dilaksanakan akan berpahala tetapi bila ditinggalkan tidak berdosa.

Beliau menjawab :

Berkaitan dengan persoalan ini, ada tiga pendapat yang masyhur di kalangan Ulama :

Hukum sholat hari rayakewajiban shalat lengkap dengan dalilshalat jumat termsuk shalat wajib atau sunahdalil tentang kewajiban qiyaspengertian fardhu kifayah pada khutbahdasar hukum shalat idul fitriwanita sunah sholat jumatHADITS sholat idhadist wanita sholat iedtentang hukum solat idulfitrihukum sholat idul fitrihukum shalat idul fitri

Shalat ‘Ied hukumnya sunnah. Ini adalah pendapat jumhur Ulama.
Fardhu Kifayah, artinya dilihat dari segi adanya shalat itu sendiri, bukan dilihat dari segi pelakunya. Atau dilihat dari segi adanya sekelompok pelaku, bukan seluruh pelaku. Maka jika ada sekelompok orang yang melaksanakannya, berarti kewajiban melaksanakan shalat ‘Ied itu telah gugur bagi orang lain. Pendapat ini adalah pendapat yang terkenal di kalangan madzhab Hambali.
Fardhu ‘Ain , artinya; berdosa bagi siapa yang meninggalkannya. Ini adalah pendapat madzhab Hanafiyah serta pendapat salah satu riwayat dari Imam Ahmad.
DALIL-DALIL
Para pendukung pendapat pertama berdalil dengan hadits yang muttafaq ‘alaih, dari hadits Thalhah bin Ubaidillah, ia berkata :

Artinya : Telah datang seorang laki-laki penduduk Nejed kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepalanya telah beruban, gaung suaranya terdengar tetapi tidak bisa difahami apa yang dikatakannya kecuali setelah dekat. Ternyata ia bertanya tentang Islam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Shalat lima waktu dalam sehari dan semalam . Ia bertanya lagi : Adakah saya punya kewajiban shalat lainnya ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Tidak, melainkan hanya amalan sunnah saja . Beliau melanjutkan sabdanya : Kemudian kewajiban berpuasa Ramadhan . Ia bertanya : Adakah saya punya kewajiban puasa yang lainnya ?. Beliau menjawab : Tidak, melainkan hanya amalan sunnah saja . Perawi mengatakan bahwa kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan zakat kepadanya. Iapun bertanya : Adakah saya punya kewajiban lainnya ?. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : Tidak, kecuali hanya amalan sunnah saja . Perawi mengatakan, Setelah itu orang ini pergi seraya berkata : Demi Allah, saya tidak akan menambahkan dan tidak akan mengurangkan ini . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Niscaya dia akan beruntung jika ia benar-benar .

Mereka mengatakan : Hadits ini menunjukkan bahwa shalat selain shalat lima waktu dalam sehari dan semalam, hukumnya bukan wajib ‘Ain . Dua shalat ‘Ied termasuk ke dalam keumuman ini . Pendapat ini di dukung oleh sejumlah Ulama diantaranya Ibnu al-Mundzir dalam Al-Ausath IV/252 .

Sedangkan pendukung pendapat kedua, yakni berpendapat bahwa shalat ‘Ied adalah Fardhu Kifayah, berdalil dengan argumentasi bahwa shalat ‘Ied adalah shalat yang tidak diawali adzan dan iqamat. Karena itu shalat ini serupa dengan shalat jenazah, padahal shalat jenazah hukumnya fardhu kifayah. Begitu pula shalat ‘Ied juga merupakan syi’ar Islam. Disamping itu, mereka juga berdalil dengan firman Allah :

Artinya : Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah . .

Mereka juga berkeyakinan bahwa pendapat ini merupakan titik gabung antara hadits Badui Arab dengan hadist-hadits yang menunjukkan wajibnya shalat ‘Ied. Perhatikanlah Al-Mughni II/224.

Sementara para pengikut pendapat ketiga berdalil dengan banyak dalil. Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mendukung pendapat ini.

Beliau mengukuhkan dalil-dalil yang menyatakan wajib ‘Ain . Beliau pun menyebutkan bahwa para shahabat dulu melaksanakan shalat ‘Ied di padang pasir bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memberikan keringanan kepada seorang pun untuk melaksanakan shalat tersebut di Masjid Nabawi.

Berarti hal ini menunjukkan bahwa shalat ‘Ied termasuk jenis shalat Jum’at, bukan termasuk jenis shalat-shalat sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah membiarkan shalat ‘Ied tanpa khutbah, persis seperti dalam shalat Jum’at. Hal semacam ini tidak didapati dalam Istisqa’ , sebab Istisqa’ tidak terbatas hanya dalam shalat dan khutbah saja, bahkan Istisqa’ bisa dilakukan hanya dengan berdo’a di atas mimbar atau tempat-tempat lain. Sehingga karena itulah Abu Hanifah Rahimahullah membatasi Istisqa’ hanya dalam bentuk do’a, ia berpandangan bahwa tidak ada shalat khsusus untuk istisqa’.

Begitu pula, sesungguhnya ada riwayat yang jelas dari Ali Radhiyallahu Anhu, yang menugaskan seseorang untuk mengimami shalat di Masjid bagi golongan kaum Muslimin yang lemah. Andaikata shalat ‘Ied itu sunnah, tentu Ali tidak perlu menugaskan seseorang untuk mengimami orang-orang yang lemah di Masjid. Karena jika memang sunnah, orang-orang lemah ini tidak usah melaksanakannya, tetapi toh Ali tetap menugaskan seseorang untuk mengimami mereka di Masjid, berarti ini menunjukkan wajib .

Dalil lain ialah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kaum wanita keluar walaupun sedang haidh guna menyaksikan barakahnya hari ‘Ied dan do’a kaum Mukminin. Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para wanita haidh untuk keluar -padahal mereka tidak shalat-, apalagi bagi para wanita yang sedang dalam keadaan suci. Ketika ada diantara kaum wanita berkata kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa : Salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab , beliau tetap tidak memberikan keringan kepada mereka untuk tidak keluar, beliau bahkan menjawab :

Artinya : Hendaknya ada yang meminjamkan jilbab untuknya . .

Padahal dalam shalat Jum’at dan shalat berjama’ah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Artinya : Dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka .

Juga bahwa shalat Jum’at ada gantinya bagi kaum wanita serta kaum musafir, berbeda dengan shalat ‘Ied . Shalat ‘Ied hanya satu atau dua kali dalam satu tahun, berlainan dengan shalat Jum’at yang terulang sampai lima puluh kali atau lebih . Sementara itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan untuk melaksanakan shalat ‘Ied, memerintahkan keluar menuju shalat ‘Ied. Beliau dan kemudian di susul para Khalifahnya serta kaum Muslimin sesudahnya terus menerus melakukan shalat ‘Ied. Demikian pula tidak pernah sekalipun diketahui bahwa di negeri Islam shalat ‘ied ditinggalkan, sedangkan shalat ‘Ied termasuk syi’ar Islam yang paling agung. Firman Allah berbunyi :

Artinya : Dan hendaklah kamu bertakbir kepada Allah atas petunjuk-Nya .

Pada ayat itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan bertakbir pada hari Iedul Fitri dan Iedul Adha. Artinya, pada hari itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan shalat yang meliputi adanya takbir tambahan, sesuai dengan cara takbir pada raka’at pertama dan raka’at kedua. .

Imam Shana’ani, dan Shidiq Hasan Khan dalam Ar-Raudhah An-Nadiyah menambahkan bahwa apabila ‘Ied dan Jum’at bertemu, maka ‘Ied menggugurkan kewajiban shalat Jum’at. Padahal shalat Jum’at adalah wajib, tidak ada yang bisa menggugurkan kewajiban ini melainkan yang menggugurkannya pasti merupakan perkara yang wajib. .

Mereka membantah dalil yang digunakan oleh para pendukung pendapat pertama, bahwa hadits orang Badui Arab itu mengandung beberapa kemungkinan.

Hadist Badui Arab inipun masih bisa dibantah keterangan umum pada hadits itu telah dikhususkan dengan shalat nadzar, yaitu shalat yang seseorang mewajibkan dirinya untuk melaksanakannya karena nadzar . Jika argumentasi ini dibantah bahwa tentang kewajiban shalat nadzar ada dalilnya tersendiri, maka demikian pula kewajiban shalat ‘Ied juga ada dalilnya tersendiri. Jika dibantah lagi bahwa tentang kewajiban shalat nadzar diakibatkan karena seseorang mewajibkan dirinya untuk melaksanakan shalat , maka apalagi shalat yang kewajibannya ditetapkan oleh Allah untuknya, tentu kewajiban melaksanakan shalat baginya itu lebih nyata daripada melaksanakan shalat yang ia wajibkan sendiri.

Adapun argumentasi yang digunakan oleh orang yang mengatakan bahwa shalat ‘Ied hukumnya Fardhu Kifayah berdasarkan ayat :

Artinya : Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkorbanlah . .

Atau bahwa shalat ‘Ied merupakan syi’ar Islam, maka dalil ini justru lebih mendukung pendapat yang mengatakan bahwa shalat ‘Ied hukumnya Wajib ‘Ain .

Mengenai qiyas yang mereka lakukan terhadap shalat jenazah bahwa shalat ‘Ied adalah shalat yang tidak didahului adzan maupun iqamat hingga mirip dengan shalat jenazah, maka qiyas itu adalah qiyas yang berlawanan dengan nash.

Disamping itu, sesungguhnya telah dinyatakan bahwa manusia tidak membutuhkan adzan bagi shalat ‘Ied, adalah karena :

Mungkin karena orang Badui Arab itu tidak berkewajiban melaksanakan shalat Jum’at, sehingga apalagi shalat ‘Ied.
Mungkin pula karena hadits tentang Badui Arab itu masalah kewajiban shalat dalam sehari dan semalam . Padahal shalat ‘Ied termasuk kewajiban shalat yang bersifat tahunan, bukan kewajiban harian. .
Mereka keluar menuju tanah lapang, dan karena jauhnya dari tempat-tempat pemukiman.
Mereka telah menunggu-nunggu untuk memasuki malam hari raya, sehingga telah bersiap sedia untuk melaksanakan shalat ‘Ied , dan telah menghentikan segala kesibukan lain , berbeda keadaannya dengan shalat yang lima waktu. Wallahu ‘alam.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah mengatakan : Siapa yang berpendapat shalat ‘Ied itu Fardhu Kifayah, maka perlu dikatakan kepadanya bahwa hukum Fardhu Kifayah hanya terjadi pada sesuatu yang maslahatnya dapat tercapai jika dilakukan oleh sebagian orang, misalnya menguburkan jenazah atau mengusir musuh. Sedangkan shalat ‘Ied maslahatnya tidak akan tercapai jika hanya dilakukan oleh sebagian orang. Kemudian kalau maslahat shalat ‘Ied ini berapakah jumlah orang yang dibutuhkan agar maslahat shalat tersebut dapat tercapai ..? Maka sekalipun dapat diperkirakan jumlah tersebut, tetapi pasti akan menimbulkan pemutusan hukum secara pribadi, sehingga mungkin akan ada yang menjawab ; satu orang, dua orang, tiga orang …. dan seterusnya . .

Imam Shana’ani, Imam Syaukani, guru kita Syaikh Al-Albani dan Syaikh kami Syaikh Al-Utsaimin -hafizhallahu al-jami- berpegang kepada pendapat bahwa shalat ‘Ied adalah WAJIB ‘AIN. Saya pribadi cenderung mengikuti pendapat ini, sekalipun pada beberapa dalil yang digunakan oleh para pendukung pendapat ini ada yang perlu dilihat kembali, tetapi pendapat tersebut adalah pendapat yang dalilnya paling kuat dibandingkan dalil-dalil pendapat lainnya.

Kendatipun saya takut menyelisihi jumhur ahli ilmu , namun dalam hal ini saya lebih menguatkan pendapat yang mengatakan hukumnya Wajib ‘Ain, berdasarkan kekuatan dalil yang mereka gunakan, terutama karena sejumlah Ulama juga berpendapat seperti ini.

Begitulah kiranya sikap adil . Wallahu a’lam

TAKBIR PADA SAAT ‘IED KERAS-KERAS ATAU PELAN-PELAN ?

Syaikh Abu al-Hasan Mustafa as-Sulaimani ditanya :

Apakah seseorang yang pergi untuk menunaikan sahalat ‘Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha bertakbir ..? Jika mesti bertakbir apakah dengan suara keras atau dengan suara pelan ?

Beliau menjawab :

Bertakbir pada saat pergi untuk menunaikan shalat ‘Ied terdapat dalam atsar-atsar shahih yang mauquf dan maqthu’ , tetapi tidak benar jika dikatakan ada hadits marfu’ yang berkaitan dengan masalah ini.

Al-Faryabi mengeluarkan riwayat dalam Ahkam Al-’Idain No. 53, bahwa Ibnu Umar mengeraskan suara takbirnya pada hari ‘Iedul Fitri ketika pergi menuju Mushala , sampai hadirnya Imam untuk melaksanakan shalat ‘Ied. . Atsar ini ada yang meriwayatkannya secara marfu’ , tetapi riwayat itu riwayat mungkar.

Dalam riwayat Hakim I/298 dan lainnya, disebutkan bahwa : Ibnu Umar pada dua hari raya keluar dari Masjid , kemudian beliau bertakbir hingga tiba di Mushala . Sanadnya hasan.

Syu’bah juga pernah bertanya kepada Al-Hakam dan Hammad : Apakah saya bertakbir ketika saya keluar menuju shalat ‘Ied ? Keduanya menjawab : Ya .

Kemudian dalam riwayat Al-Baihaqi III/279, melalui jalan Tamim bin Salamah, ia Berkata : Ibnu Zubair keluar pada hari raya Kurban, ia tidak melihat orang-orang bertakbir, maka ia berkata : Mengapa mereka tidak bertakbir ? Ketahuilah, demi Allah apabila mereka mengumandangkan takbir, tentu engkau akan melihat kami dalam pasukan yang tidak dapat dilihat ujungnya, yaitu seseorang bertakbir, lalu disusul orang berikutnya hingga berguncanglah pasukan itu karena gema takbir. Memang ternyata perbedaan antara kalian dengan mereka adalah ibarat bumi yang rendah dengan langit yang tinggi. .

Sementara itu Abu Hanifah -dalam salah satu riwayat yang berasal darinya- berpendapat bahwa mengumandangkan takbir secara keras hanya ada pada hari Raya Kurban, tidak pada hari Raya Fitri, ketika pagi-pagi berangkat menuju mushala. Ia berdalil berdasarkan atsar yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah No. 5629, melalui jalan Syu’bah maula Ibnu Abbas.

Dalam atsar itu diceritakan bahwa Syu’bah berkata :
Saya menuntun Ibnu Abbas pada suatu hari raya, ia mendengar orang-orang mengumandangkan takbir, maka ia bertanya : Orang-orang itu sedang ada apa ? Saya menjawab : Mereka bertakbir . Ia bertanya ; Apakah imam sedang bertakbir ? Saya menjawab : Tidak! Ia berkata : Apakah orang-orang sudah gila ? nya ada pada Abu Dzi’b, seorang muridnya, yang ada dalam sanad dimana ia meriwayatkan atsar tersebut melalui berbagai sisi, dan periwayatannyapun mudtharib .

Tentang firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

Artinya : Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya , dan hendaklah kamu bertakbir kepada Allah atas petunjuk-Nya .

Sebagian pengikut madzahb Hanafi menjawab bahwa yang dimaksud dengan takbir dalam ayat itu adalah takbir dalam shalat, atau yang dimaksud adalah mengagungkan Allah, berdasarkan firman Allah dalam ayat lain :

Artinya : Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya .

Tetapi pembatasan makna seperti itu pada ayat di atas tidak benar, sebab makna ayat tersebut lebih umum dari sekedar takbir dalam shalat atau sekedar mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Imam Thahawi, beliau adalah juga seorang pengikut madzhab Hanafi -justru menguatkan pernyataan bahwa kedua hari ‘Ied itu adalah satu. Pembedaan antara kedua hari raya tersebut tidak ada dalilnya. Itulah pedapat kebanyakan Ulama, dan itu pulalah apa yang dilakukan oleh para Salaf .

Catatan Penting :
Wanita juga ikut bertakbir apabila aman dari fitnah, tetapi tidak perlu sekeras suara kaum laki-laki. Dasarnya adalah hadits Ummu ‘Athiyah.

Catatan Redaksi :
Berdasarkan atsar-atsar di atas, maka terbukti ada tuntunan untuk takbir dengan suara keras menjelang shalat ‘Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha.

Wallahu a’lam.

Sumber Hukum Shalat ‘Ied Wajib Atau Sunnah: http://www.salaf.web.id

Tulisan ini merupakan terjemahan dari fatwa Syaikh Abu al-Hasan Mustafa bin Ismail as-Sulaimani berkaitan dengan hukum Shalat ‘Ied dan Takbir pada hari ‘Ied. Kami angkat dari Silsilah al-Fatawa Asy-Syar’iyah No. 8 bulan Muharram dan Shafar 1419H, soal jawab No. 131 dan 137. Dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 07/Th III/1419-1998M.

Syaikh Abu al-Hasan as-Sulaimani adalah seorang ‘alim dari Mesir yang kini tinggal di Ma’rib Yaman, murid senior dari Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i yang ahli dalam bidang hadits. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Artikel ini ocha ambil dari berbagai blog dari teman sahabat, buat sahabat ocha makasih yah sudah luangkan waktu untuk membaca Tata Cara dan Ketentuan Shalat 'Idul Fitri Dan Bacaan Niat juga Bacaan Shalat Idul Fitri Lengkap. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat, dan yang ingin gabung dengan ocha di facebook bisa langsung Klik LIKE di kolom bawah ini.

Sabtu, 13 Juli 2013

Tata Cara Menjalankan Shalat Witir

Tata Cara Menjalankan Shalat Witir
Tata Cara Menjalankan Shalat Witir, Update Info Terbaru hari ini Riantocha akan berikan Tata Cara Shalat Witir Di Bulan Suci Ramadhan, Bagi Anda yang ingin tahu Panduan Shalat Witir Berjamaah yang baik dan benar di bulan ramadhan.. Berikut ini bisa Anda simak Tata Cara Shalat Witir yang akan saya bagikan dengan lengkapnya dibawah ini.

Berikut ini adalah Tata Cara Shalat Witir Di Bulan Suci Ramadhan 1434 Hijriyah 2013 dengan baik dan benar :

Shalat Witir adalah "Shalat Sunnah" yang bilangan rakaatnya ganjil. Mengenai bilangan rakaatnya, paling sedikit adalah satu rakaat dan paling banyak adalah sebelas rakaat. Jumlah sebelas rakaat itu telah cukup dan inilah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Sebagaimana dinyatakan oleh A’isyah ra “Tidaklah pernah Nabi SAW shalat malam (witir) melebihi sebelas rakaat“.

Walaupun hukum shalat Witir adalah sunnah, namun sangat di anjurkan untuk dikerjakan. Sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya :

“Hai para pencita-cita Al-Qur’an, kerjakanlah shalat Witir. Sebab Allah itu tunggal (ESA). Dia suka kepada bilangan witir (ganjil).”

Adapun waktu shalat Witir adalah sesudah shalat Isya’ sampai terbit fajar. Cara mengerjakannya adalah dua rakaat satu salam, kemudian terakhir satu rakaat dengan satu salam dan bila dikerjakan tiga rakaat, maka tidak usah tasyahud awal supaya tidak menyerupai shalat Maghrib.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad yang artinya :

“Telah berkata ‘Aisyah' : Adalah Rasulullah SAW pernah shalat Witir tiga rakaat yang ia tidak selingi apa-apa (tasyahud) diantaranya“. (HR. Ahmad)

Sedangkan apabila shalat tarawih pada bulan Ramadhan sampai pada tanggal 15 Ramadhan sampai seterusnya, maka pada rakaat Witir yang terakhir yaitu ketika bangun dari ruku, di sunnatkan membaca do’a qunut.

Artikel ini ocha ambil dari berbagai blog dari teman sahabat, buat sahabat ocha makasih yah sudah luangkan waktu untuk membaca Tata Cara Menjalankan Shalat Witir. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat, dan yang ingin gabung dengan ocha di facebook bisa langsung Klik LIKE di kolom bawah ini.

Jumat, 28 Juni 2013

Kumpulan SMS Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2014 - 1435 H

Kumpulan SMS Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2013 - 1434 H
Kumpulan SMS Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2014 - 1435 H, Pada kesempatan kali ini Riantocha ingin sharing mengenai Kumpulan Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2013 untuk anda semua yang sedang menjalankan ibadah puasa 2014 - 1435 H.

Kumpulan Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2014 ini tentunya bisa anda gunakan untuk mengucapkan selamat sahur kepada Keluarga, Teman atau bisa juga Pacar anda, Nah bagi anda yang ingin menyimak Kumpulan Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2014, Berikut adalah Kumpulan Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2014.

Kumpulan Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2013 :

Kukirimkan senyum syukur
Lewat do'a yang tak terukur
Semoga yang disana dah bangun tidur
Sebelum waktu imsak menegur
Selamat Makan Sahur !
______________________________
Karna syukur aku berdo'a
Semoga selalu sehat badan kita
Dan bisa menjalankan ibadah puasa
Di bulan suci memetik banyak pahala
Selamat Makan Sahur,,, Cinta !
_____________________________
Angin dingin mulai sirna
Mendengar batinku barkata
Akan kutunaikan ibadah puasa
Ikhlas karena Allah Yang Maha Esa
Dan semoga engkau yang disana juga sama
Selamat Makan Sahur Kuucap Sapa
Sebelum waktu imsak tiba ...
______________________________
Biarpun lauknya sederhana
Namun nikmat terasa
Karena ada aroma do'a
Dirimu yang jauh disana
Selamat Makan Sahur Duhai Cinta !
Dan Selamat Berpuasa !
___________________________
Suasana Ramadhan sungguh indah,
Karena berhiaskan cahaya ibadah
Menerangi hati semakin cerah
Buat kita tersenyum Alhamdulillah
Bersyukur Kepada Allah Yang Maha Pemurah
Sebelum imsak aku menegur
Selamat Makan Sahur !
__________________________
Biarpun jauh dari keluarga
Namun janganlah lupa
Bahwa dalam hati mereka
Ada senyum do'a do'a
Agar kita sehat Menjalankan puasa
Di bulan yang berlimpah pahala
Untuk engkau yang disana
Selamat Makan Sahur...ya
Semoga puasa berlimpah pahala
____________________________
Ada nasi ikan dan sayur,
Tersedia diatas meja,
Kuucapkan selamat makan sahur,
Untuk Engkau sekaluarga,
_________________________
Ambil air pakai timba,
Air bening dari dalam sumur,
Buat yang aku cinta disana,
Selamat makan sahur.
_________________________
Seberapa rezeki kita wajib bersyukur,
Bersyukur Kepada Allah Yang Maha Kuasa,
Kuucapkan selamat makan sahur,
Sebelum waktu imsak tiba.
_________________________
Setelah masak nasi goreng telur,
Telur dadar buat lauk makan,
Kuucapkan selamat makan sahur,
Buat engkau yang kurindukan.
__________________________
Ada beras ada juga kencur,
Dihaluskan untuk bikin jamu,
Dengan ikhlas kuucapkan mat makan sahur,
Untuk engkau yang selalu kurindu.
__________________________
Pergi ke pasar naik sepeda,
Di pasar membeli sayur-mayur,
Untuk engakau yang disana,
Jangan Lupa Makan Sahur.
__________________________
Ikhlas engkau kusapa Assalamu'alaikum,
Dengan senyum rasa penuh syukur,
Untukmu sudah makan sahur belum,
Kalau belum mat makan sahur.
__________________________
berdua denganmu pasti lebih baik aku yakin itu,
bila ku sendiri hati bagai langit berselimut awan…
met makan sahur ya..
__________________________
kamu adalah perempuan paling cantik di negeriku indonesia,
kamulah yang nomer satu.
aku tak akan bisa sukai lagi perempuan yang lainnya..he2,
met makan sahur ya..
__________________________
mata yang paling indah hanya matamu,
sejak dahulu kurasakan tak pernah berubah,
sinar yang paling indah dari matamu,
sampai kapanpun itulah yang terindah…
met ma'em sahur ya..
__________________________
malam-malamku bagai malam seribu bintang,
bila kau disini tuk sekedar menemani
tuk melintasi wangi yang slalu tersaji di satu sisi hati… hehe..
Met mkn sahur yah..
_________________________
Yang kuharap malam ini hanya tenangmu.
Yang kuinginkan saat ini hanya damaimu.
Yang kupinta detik ini hanya bahagiamu.
Met makan sahur sayang.
__________________________
met makan sahur ya…
mam yg bnyk yah biar km ma buah hati qta slalu sehat.
__________________________
Kau bukan saja terindah,
tapi juga terdalam dalam hidupku.
Tak salah lagi, aku memilih mencintaimu..
met makan sahur ya…
__________________________
Di suatu hari. aku rela menunggu jawab cintamu.
Kini, atau nanti, tak ada bedanya..
met sahur deh, makan sahur yg bnyk ya
__________________________
Aku terlalu lelah mengeja hari tanpa sandaran cinta pasti.
Hanya sepi yang tersisa, selebihnya adalah wajahmu yang kucipta.
met makan sahur ya…
__________________________
Tak lelah ditebas mimpi semu,
tak hilang disembunyikan langit hitam.
Cinta atau bukan, yang pasti kau tetap yang terindah.
met makan sahur ya…
__________________________
Tak pernah ada kata terlambat untuk mengatakan cinta.
Ungkapkan saja, biar semua menjadi nyata.
met makan sahur ya…
__________________________
Rebahlah di peraduanmu dengan kepala tengadah dan hati tak resah.
Percayalah, aku selalu gelisah bila tidurmu diselimuti gundah.
met makan sahur ya…
__________________________
Selamat sahur untuk seorang yang ada di dalam hatiku,
pagi ini merupakan mentari buat jiwaku,
manghangatkan hatiku meleburkan embun raga ku.
__________________________
Pada pagi yang masih basah,
aku mendengar suaramu mengapung di udara.
Mengucap salam sahur untuk kekasih
Mimpi apa tadi malam
__________________________
Langit hendak membuka tabirnya,
Sebentar lagi mentari pagi akan segera menyapa
Dear, selamat sahur ya…
__________________________
ragukanlah bumi ini berputar
ragukanlah matahari itu berpijar
ragukanlah bintang itu bercahaya
tapi jgn ragukan cintaku pdmu..
met sahur ya
__________________________
Kau bukan saja terindah,
tapi juga terdalam dalam hidupku.
Tak salah lagi, aku memilih mencintaimu..
met makan sahur ya…

Artikel ini ocha ambil dari berbagai blog dari teman sahabat, buat sahabat ocha makasih yah sudah luangkan waktu untuk membaca Kumpulan SMS Kata Ucapan Selamat Sahur Terbaru 2014 - 1435 H. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat, dan yang ingin gabung dengan ocha di facebook bisa langsung Klik LIKE di kolom bawah ini.

Kumpulan Pantun Ucapan Berbuka Puasa Terbaru 2014

Kumpulan Pantun Ucapan Berbuka Puasa Terbaru 2013
Kumpulan Pantun Ucapan Berbuka Puasa Terbaru 2014, Update Terbaru hari ini dari Riantocha mau bagikan Kumpulan Pantun Berbuka Puasa, Buat Anda yang akan menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1435 H, pastinya Anda semua akan menikmati yang namanya berpuka puasa, setelah seharian penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan.

Nah berikut ini Ocha akan berikan beberapa Koleksi Pantun Berbuka Puasa sebagai pelengkap berbuka puasa Anda di bulan ramadhan 1435 hijriyah 2014 dibawah ini.

Oke teman-teman langsung saja Anda baca Kumpulan Pantun Buka Puasa Ramadhan 1435 H 2014 berikut ini :

Bedug maghrib diiringi azhan..
Terdengar begitu merdunya..
Dengan senyum dari hati kuucapkan..
"Selamat Berbuka Puasa".
*****************************

Burung gelatik warna merah kena ketapel..
Ayam jantan berkokok bunyi kukuruyuk..
Pacarku yg cantik jgn marah abang ga ngapel..
Malmingan kite teraweh aje yuk.
*****************************

Ayam sayur pake cincin..
Belinya di lesehan..
Sahur yuk cin..
Habis itu kita Subuhan.
*****************************

Kucing kurus mandi di papan..
Papan-papan si kayu jati..
Tadarus itu kewajiban..
Ibadah puasa makin berarti.
*****************************

Ada nasi lauk-pauk dan buah-buahan..
Tersedia sudah diatas meja..
Setulus hati aku mengucapkan..
Selamat Berbuka Puasa ya.
*****************************

Memang manis rasa gula..
Tapi lebih manis rasa madu..
Kuucapkan selamat berbuka puasa..
Untuk engkau yang kurindu.
*****************************

Jangan lupa berdo'a sebelum makan..
Sudah kenyang ucapkan Alhamdulillah..
Selamat berbuka puasa kuucapkan..
Untukmu dengan senyumku yang terindah.
*****************************

Kucoba menelaah..
Saat hati merasa gundah..
Saat raga merasa lelah..
Mengejar nafsu dunia..
Kurasa kini saatnya..
Saat Ramadhan tiba..
Panjatkan do'a kepada Yang Kuasa..
Dan mohon maaf sesama manusia..
Salahku mohon di dimaafkan..
Selamat Ramadhan 1435 H.
*****************************

Kucing kurus mandi di papan..
Papan-papan si kayu jati..
Badan kurus emang kurang makan..
Puasa penuh Muslim sejati.
*****************************

Justin Bieber kena sakit ayan..
Si anak alay lagi kena flu..
Perut laper adzan udah kedengeran..
Buka yuk say! tapi doa dulu.
*****************************

Merdunya lantunan suara azhan..
Terdengar dari arah mushola..
Kuucap sapa dengan senyum iman..
Selamat Berbuka Puasa Teman-Teman.
*****************************

Bukan mudah menahan diri..
Bukan sukar mengawal situasi..
Tekadkan nurani tegarkan diri..
Sampai jam berbuka sudah menanti.
*****************************

Selera dijamah sebelum Subuh..
Azan Maghrib tanda berbuka..
Sebulan cuma Ramadhan berlabuh..
Mohon berkat selagi mata terbuka.
*****************************

Kemaren ke jagakarsa..
Sekalian beli buah naga..
Selamat berbuka puasa..
Waktunya untuk melepas dahaga..
Setelah Menjalankan Ibadah Puasa.
*****************************

Mau bikin kolek buah pisang..
Jangan lupa santan dan gula..
Buatmu yang slalu kusayang..
Selamat Buka Puasa.
*****************************

Ke swalayan beli buah-buahan..
Buah semangka dan kurma..
Dengan senyuman aku ucapkan..
Met Berbuka Puasa.
*****************************

Burung enggang burung kelicap..
Terbanglah burung ke serata benua..
Tukang karut hanya nak mengucap..
Selamat berbuka Puasa untukmu semua.

Artikel ini ocha ambil dari berbagai blog dari teman sahabat, buat sahabat ocha makasih yah sudah luangkan waktu untuk membaca Kumpulan Pantun Ucapan Berbuka Puasa Terbaru 2014. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat, dan yang ingin gabung dengan ocha di facebook bisa langsung Klik LIKE di kolom bawah ini.

Rabu, 26 Juni 2013

Kata Kata Indah Ucapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1435H Terbaru 2014

Kata Kata Indah Ucapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1434H 2013
Kata Kata Indah Ucapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1435H terbaru 2014, Dalam upaya menyambut bulan suci ramadhan, mengirim ucapan sms puasa ramadhan, tampaknya sudah menjadi budaya masyarakat kita. Berbagai koleksi kata-kata ucapan ramadhan terbaik, silih berganti dikirim untuk teman-teman, keluarga, kekasih dan orang-orang disekitar kita. Meskipun hanya sekedar Kata-kata ucapan menyambut puasa atau SMS ucapan menyambut puasa ramadhan, namun hal ini mempunyai arti tersendiri, dan bahkan menjadi motivasi kita semua untuk semangat menunaikan ibadah puasa ramadhan.

Kata Kata Indah Ucapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1435H 2014

"Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu, Kesalahan dan kekhilafan Selalu saja ada diantara kita, Terutama aku yang sering ngerepotin kamu, Met puasa dan 
Maafkan Lahir Batin." 

Kata Kata Indah Ucapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1435H 2014
"eLu MeMaNg SoBaT gUe YaNg TeRbAiK, sAmPaI tErKaDaNg GaK kErAsA sEenAkNyA, 
gUe NgAtAiN lUe n NgEjEkIn Lu SeMaUnYa, MaAfiN gUe BuKaN mAksUd NgErEnDaHiN, 
jUsTrU kArEnA lUe AdAlAh SePeRtI bAgIaN dArI dIrI gUe. MeT pUaSa Ya!" 

"Ayah dan Ibu sudah menukar seluruh jiwa semata untuk kebahagian aku, Dan sampai saat ini belum tentu aku bisa mengganti dengan kebahagian untuk Ayah dan Ibu berdua. Selamat Beribadah Puasa, Ayah, Ibu. Mohon maaf lahir dan bathin.Ananda" 

"Satu tahun tidak terasa, Ramadhan telah kembali kengunjungi kita, Semoga yang dilalu dan dilakukan Menjadikan kebaikan di bulan suci ini, Marhaban yaa Ramadhan Mohon Maaf Lahir dan Bathin." 

"Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu. Semua menyambut datangnya Seribu Bulan. Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa. 
Mohon Maaf Lahir dan Bathin." 

"Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu. Segalanya adalah untukmu. Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna, selalu saja ada kata dan kesalahan yang mungkin bisa menyakiti hatimu. Selamat berpuasa sayang, terimalah maafku Bersama 1000 cinta," 

"Mungkin baru 90 hari kita berpacaran namun tidak lebih banyak aku bisa membuat kamu ceria dan bahagia. Beri aku lebih banyak hari, bulan, bahkan tahun, untuk dapat lebih membahagiakanmu. Bersama bulan suci ini, kita rajut kembali benang-benang pengertian diantara kita lahir dan bathin." 

"Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal. Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu. Tapi aku 100% cinta kamu. Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya." 

"Yang aQ Rasa selama pertemuan Qt Bukan hanya dalam mimpi tapi Aq coba untuk pahami ini semua, thanks untuk semua pengertianMu tapi Sejuta maaf terucap. dalam hati aQ hanya dapat berkata di bulan ramadhan ini jadikan ini sebagai pengerat tali silaturahmi. Qt tak kan sendirian, km ada selalu dalam do a Qu Dan Qta bertemu dalam lantunan ayat-ayat Alquran dan shalat malam..Aq sayang Km hanya Karen allah" 

"Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. 
Hidup ini terasa indah jika ada maaf. Taqabalallahu Minna Waminkum " 

Artikel ini ocha ambil dari berbagai blog dari teman sahabat, buat sahabat ocha makasih yah sudah luangkan waktu untuk membaca Kata Kata Indah Ucapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1435H 2014. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat, dan yang ingin gabung dengan ocha di facebook bisa langsung Klik LIKE di kolom bawah ini.

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1434 H 2013 Wilayah Jakarta

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1434 H 2013 Wilayah Jakarta
Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1434 H 2013 Wilayah Jakarta dan meliputi jadwal imsakiyah 2013, jadwal imsakiyah ramadhan 1434 h, jadwal imsakiyah 1434 h, jadwal imsakiyah download, jadwal imsakiyah muhammadiyah, jadwal imsakiyah ramadhan 2013, jadwal imsakiyah depag, download jadwal imsakiyah 1434 h, jadwal imsak jakarta 2013, jadwal imsak jakarta hari ini, jadwal imsakiyah daerah jakarta, tidak berasa bulan suci Ramadhan akan tiba sebentar lagi.Kaum muslim sangat mengunggu saat bahagia seperti ini yang bisa mensucikan kita dari segala dosa.Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dimana di bulan suci ini diturunkannya Kitab suci Al-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi manusia.

Bulan dimana terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan (Lailatul Qadar) dan melakukan serangkaian aktivitas salat tarawih, memperbanyak membaca Al-Qur'an kemudian mengakhirinya dengan membayar Zakat Fitrah dan perayaan Idul Fitri.

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1434 H 2013 Wilayah Jakarta

Tgl
Imsak
Shubuh
Terbit
Dhuha
Zuhur
Ashar
Maghrib
Isya'
01
04:32
04:42
06:01
06:24
11:59
15:21
17:52
19:07
02
04:32
04:42
06:02
06:25
11:59
15:21
17:52
19:07
03
04:32
04:42
06:02
06:25
11:59
15:21
17:52
19:07
04
04:33
04:43
06:02
06:25
12:00
15:21
17:52
19:07
05
04:33
04:43
06:02
06:25
12:00
15:21
17:53
19:07
06
04:33
04:43
06:02
06:25
12:00
15:22
17:53
19:07
07
04:33
04:43
06:02
06:25
12:00
15:22
17:53
19:08
08
04:33
04:43
06:02
06:25
12:00
15:22
17:53
19:08
09
04:33
04:43
06:03
06:26
12:00
15:22
17:53
19:08
10
04:34
04:44
06:03
06:26
12:00
15:22
17:54
19:08
11
04:34
04:44
06:03
06:26
12:00
15:22
17:54
19:08
12
04:34
04:44
06:03
06:26
12:00
15:23
17:54
19:08
13
04:34
04:44
06:03
06:26
12:01
15:23
17:54
19:08
14
04:34
04:44
06:03
06:26
12:01
15:23
17:54
19:08
15
04:34
04:44
06:03
06:26
12:01
15:23
17:55
19:09
16
04:34
04:44
06:03
06:26
12:01
15:23
17:55
19:09
17
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:23
17:55
19:09
18
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:23
17:55
19:09
19
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:23
17:55
19:09
20
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:23
17:55
19:09
21
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:23
17:56
19:09
22
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:23
17:56
19:09
23
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:23
17:56
19:09
24
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:24
17:56
19:09
25
04:35
04:45
06:03
06:26
12:01
15:24
17:56
19:09
26
04:35
04:45
06:02
06:25
12:01
15:24
17:56
19:09
27
04:35
04:45
06:02
06:25
12:01
15:24
17:56
19:09
28
04:35
04:45
06:02
06:25
12:01
15:23
17:56
19:09
29
04:35
04:45
06:02
06:25
12:01
15:23
17:56
19:09
30
04:35
04:45
06:02
06:25
12:01
15:23
17:56
19:09
31
04:35
04:45
06:02
06:25
12:01
15:23
17:57
19:09

Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1434 H 2013 Wilayah Jakarta

TglImsakShubuhTerbitDhuhaZuhurAsharMaghribIsya'
0104:3504:4506:0206:2512:0115:2317:5719:09
0204:3504:4506:0106:2412:0115:2317:5719:09
0304:3504:4506:0106:2412:0115:2317:5719:09
0404:3504:4506:0106:2412:0115:2317:5719:09
0504:3504:4506:0106:2412:0115:2317:5719:09
0604:3404:4406:0106:2412:0115:2317:5719:09
0704:3404:4406:0006:2312:0115:2217:5719:09
0804:3404:4406:0006:2312:0015:2217:5719:08
0904:3404:4406:0006:2312:0015:2217:5719:08
1004:3404:4406:0006:2312:0015:2217:5719:08
1104:3404:4406:0006:2212:0015:2217:5719:08
1204:3304:4306:0006:2212:0015:2117:5719:08
1304:3304:4305:5906:2212:0015:2117:5719:08
1404:3304:4305:5806:2112:0015:2117:5719:08
1504:3304:4305:5806:2112:0015:2017:5719:08
1604:3304:4305:5806:2112:0015:2017:5619:07
1704:3204:4205:5706:2011:5915:2017:5619:07
1804:3204:4205:5706:2011:5915:2017:5619:07
1904:3204:4205:5706:2011:5815:1917:5619:07
2004:3204:4205:5606:1911:5815:1917:5619:07
2104:3104:4105:5606:1911:5815:1817:5619:06
2204:3104:4105:5606:1911:5815:1817:5619:06
2304:3104:4105:5506:1811:5715:1817:5619:06
2404:3004:4005:5506:1811:5715:1717:5619:06
2504:3004:4005:5406:1711:5715:1717:5619:06
2604:3004:4005:5406:1711:5715:1617:5519:06
2704:2904:3905:5306:1611:5615:1617:5519:05
2804:2904:3905:5306:1611:5615:1517:5519:05
2904:2904:3905:5306:1611:5615:1517:5519:05
3004:2804:3805:5206:1511:5515:1417:5519:05
3104:2804:3805:5206:1511:5515:1417:5519:04

KETERANGAN :

1. Jadwal berlaku untuk wilayah kota ybs. dengan radius maksimal +/- 25 km.
2. Jadwal berlaku untuk ketinggian tempat 0-250 meter DPL.
3. Jadwal sudah ditambah waktu ihtiyati (pengaman) sebesar +/- 2 menit.
4. Jadwal berdasarkan Kriteria Jadwal Shalat Kementerian Agama RI.

Artikel ini ocha ambil dari berbagai blog dari teman sahabat, buat sahabat ocha makasih yah sudah luangkan waktu untuk membaca Jadwal Imsakiyah Puasa Ramadhan 1434 H 2013 Wilayah Jakarta. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat, dan yang ingin gabung dengan ocha di facebook bisa langsung Klik LIKE di kolom bawah ini.

Jumat, 21 Juni 2013

Bacaan Bilal Shalat Tarawih Dan Doa Shalat Tarawih Lengkap

Bacaan Bilal Shalat Tarawih Dan Doa Shalat Tarawih Lengkap
Bacaan Bilal Shalat Tarawih, Shalat Witir Dan Doa Shalat Tarawih Lengkap Bahasa Arab dan Latin. Bilan sobat mencari ini bacaan bilal shalat tarawih 8 rakaat, bacaan bilal shalat tarawih 11 rakaat, bacaan bilal shalat tarawih 20 rakaat, bacaan bilal shalat tarawih 23 rakaat, doa sholat tarawih dan bacaan bilal, doa sholat tarawih 2013, bacaan bilal sholat tarawih. Bacaan Doa Shalat Tarawih- Bacaan Bilal shalat Tarawih. Marhaban Yaaa Ramadhan. Bulan suci ramadhan kini kembali tiba dan senantiasa kita melakukan puasa ramadhan serta shalat tarawih ba’da shalat Isya. Dalam pelaksanaan shalat tarawih terdapat seorang bilal. Nahhh… bagi Anda yang kebetulan mendapat tugas tersebut dan belum hafal bacaannya, berikut duniabaca.com share bacaan bilal shalat tarawih bahasa arab, bacaan bilal tarawih lengkap bahasa indonesia, serta bacaan doa shalat tarawih.

Bacaan bilal pada shalat tarawih mungkin akan berbeda pada setiap jama’ah. Namun demikian, masing-masing mempunyai pedoman. Bacaan bilal tarawih di bawah ini merupakan bacaan bilal shalat tawarih 20 rakaat + 3 rakaat shalat witir atau sering disebut bacaan bilal shalat tarawih 23 rakaat. Dimana pada setiap 4 rakaat shalat tarawih akan dibacakan bacaan bilal dan pada rokaat terakhir atau rakaat 20 shalat tarawih, maka akan membaca doa shalat tarawih, yang kemudian di susul dengan shalat witir 3 rakaat.

Bacaan pertama : ketika hendak melakukan shalat tarawih

صلّواسنة التراويح ركعتين جماعة رحم كم الله،

اللهم صل على محمد (2ء)

اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Bacaan Bilal Tarawih : Rakaat 1- 4

الخليفة الاولى امير المؤ منين سيدنا ابو بكر الصديق.

اللهم صل على محمد (2ء)

اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatul uulaa amiirul mu’miniina sayyiduna abuu bakri nissiddiikh

Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)

Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.
Bacaan Bilal Tarawih : Rakaat 5 – 8

الخليفة الثانية امير المؤ منين سيدناعمر ابن الخطاب.

اللهم صل على محمد (2

اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatuts tsaani amiirul mu’miniina sayyidunaa umar ibnu khottaab.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)

Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.
Bacaan Bilal Tarawih : Rakaat 9 – 12

الخليفة الثالثة اميرالمؤمنين سيدنا عثمان ابن عفان.

اللهم صل على محمد (2

اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatuts tsaalisata amiirul mu’miniina sayyidunaa usman ibnu affan.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)

Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.
Bacaan Bilal Tarawih : Rakaat 13 – 16

الخليفة الرابعة اميرالمؤمنين سيدناعلى ابن ابى طالب.

اللهم صل على محمد (2

اللهم صل على سيدنا ومولا نامحمد

Alkhooliifatur raabi’ata amiirul mu’miniina sayyidunaa ‘ali ibnu abi thoolib.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad (2x)

Allhumma sholli ‘alaa sayyidinaa wamaulaanaa muhammad.
Bacaan Doa Shalat Tarawih (Rakaat terakhir / 20)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : اَلْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًايُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ , اَللَّهُمَ اجْعَلْنَا بِاْلاِيْمَانِ كَمِلِيْنَ , وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْن . وَللِصَّلاَةِحَافِظِيْنَ , وَللِزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ , وَلِمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ , وَلِعَفْوِكَ رَاجِيِّنَ , وَبِاْلهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ , وَعَنِ اللَّغْوِمُعْرِضِيْنَ , وَفىِ الدُّنْيَازَاهِدِيْنَ , وَفىِ اْلاخِرَةِرَاغِبِيْنَ , وَبِالْقَضَاءِرَضِيْنَ , وَبِالنَّعْمَاءِشَاكِرِيْنَ , وَعَلىَ اْلبَلاَءِصَابِرِيْنَ , وَتَحْتَ لِوَءِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ , وَاِلىَ اْلحَوْضِ وَارِدِيْنَ , وَاِلىَ اْلجَنَّةِدَلخِلِيْنَ , وَمِنَ النَّارِنَاجِيْنَ , وَعَلَ سَرِيْرِاْلكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ , وَمِنْ حُوْرِاْلِعَيْنِ مُتَزَوِّجِيْنَ , وَمِنْ سُنْدُ سٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَّدِيْبَاحٍ مُتَلَبِّسِيْنَ , وَمِنْ طَعَامِ اَلجَنَّةِ آ كِلِيْنَ وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًى شَارِبِيْنَ , بِاَكْواَبٍ وِّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْن , مَحَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِْدِّ يْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِوَالصَّلِحِيْنَ , وَحَسُنَ اُولَئِكَ رَفِيْقًا , ذَلِكَ اْلَفَضْلُ مِنَ الله وَكَفىَ بِاللهِ عَلِيْم ً , اِنَّ الله وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيّ يَاَيُّهَاالَّذِ يْنَ اَمَّنُواصَلُّواعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمَا وَصَلَّى الله عَلَ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَّعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَاْلحَمْدُ لله رَبِّالْعَالَمِيْن .

Kemudian dilanjutkan dengan Shalat Witir 3 Rakaat.
Bacaan bilal shalat witir 2 rakaat.

صلوا سنة الوتر ركعة جماعة أثابكم الله

Bacaan bilal shalat witir 1 rakaat.

صلوا سنة الوتر ركعة مع القنوت أثابكم الله

Note:

* Pada prakteknya, bacaan bilal tarawih tidak harus pada rakaat-rakaat seperti diatas. Jadi sesuaikan saja dengan lokasi Anda (bagaimana umumnya)

* Bacaan bilal witir yang terakhir (disertai qunut) biasanya setelah tanggal 15 ramadhan atau 10 hari terakhir ramadhan.

Artikel ini ocha ambil dari berbagai blog dari teman sahabat, buat sahabat ocha makasih yah sudah luangkan waktu untuk membaca Bacaan Bilal Shalat Tarawih Dan Doa Shalat Tarawih Lengkap. Mudah mudahan bisa bermanfaat untuk para sahabat, dan yang ingin gabung dengan ocha di facebook bisa langsung Klik LIKE di kolom bawah ini.