Selasa, 09 Agustus 2011

Manusia Pertama di Bumi

Alloh SWT mengambil segenggam tanah dari pegunungan, segenggam dari tanah datar, segenggam dari tanah pantai dan segenggam dari tanah yang subur. Dicampurnya dengan air hingga menjadi adonan yang bisa dibentuk. Dari adonan itu dibentuklah makhluk yang kelak bernama manusia. Alloh SWT membiarkannya tertidur di surga hingga 40 tahun lamanya.
Malaikat dan Azazeel alias Iblis sering melewati patung tersebut. Mereka penasaran untuk apakah Alloh menciptakannya. Setiap kali melewatinya, Azazeel sering berkata “kau diciptakan untuk sesuatu yang hebat.”
Suatu ketika para penghuni surga mendengar kabar bahwa Alloh akan menunjuk salah satu dari penghuni surga untuk tinggal di bumi. Mereka gelisah dan ketakutan.
Malaikat berbondong-bondong menemui Azazeel alias Iblis di tempatnya berdoa di surga. Dulu, seperti halnya malaikat, iblis sangat rajin berdoa dan berdzikir kepada Alloh. Ia pun terkenal paling pintar dan serba tahu. Para Malaikat berharap mendapatkan informasi darinya.
“Wahai Azazeel, tahukah engkau bahwa Alloh akan mengirim satu makhluknya untuk mendiami bumi? Apakah engkau tahu siapakah ia? Sesungguhnya kami sangat takut kamilah yang akan ditunjuk.” tanya Jibril.
Azazeel termenung karena ia pun tak tahu jawabannya. Tapi ia meyakinkan para Malaikat untuk tidak khawatir karena ia akan berdoa kepada Alloh SWT. Ia lupa bahwa mungkian ia sendiri, sebagai makhluk yang paling pintar, yang akan terpilih.
Ternyata Alloh SWT menunjuk makhluk yang telah ia bentuk dan belum bernyawa sebagai penghuni bumi.
“Apakah Engkau hendak mengirim makhluk yang hanya akan berbuat kerusakan di muka bumi? Sementara kami selalu memuja-Mu,” tanya Malaikat.
Alloh berfirman, “Aku tahu hal-hal yang tidak kalian ketahui.”
Saat itulah Alloh SWT meniupkan ruh ke dalam patung tanahnya. Ketika roh yang ditiupkan Alloh mencapai hidungnya, ia bersin.
“Alhamdulillah!” ucapnya.
Ruhnya mulai menyebar ke seluruh jaringan tubuhnya. Ia membuka matanya, menggerakkan tangan dan kakinya. Sebelum ruhnya mencapai lututnya, ia sudah melompat.
“Sesungguhnya ia makhluk yang senang terburu-buru,” firman-Nya.
Kini patung itu telah bernyawa dan menjelma menjadi seorang manusia yang amat rupawan. 

Iblis Membangkang
“Bersujudlah kalian kepada Adam!” perintah Alloh kepada Malaikat dan Iblis.
Nabi Adam AS menatap makhluk-makhluk yang serentak bersujud di hadapannya kecuali satu makhluk yang berdiri agak menjauh.
“Hai Iblis, apa yang mencegahmu menolak perintah-Ku? Kenapa kau tidak mau bersujud pada makhluk yang Aku ciptakan dengan tangan-Ku sendiri?” tanya Alloh SWT.
Iblis menjawab dengan penuh kesombongan.
“Aku lebih hebat dari dia. Kau menciptakanku dari api sedangkan ia dari lumpur yang kotor. Buat apa aku menghormatinya?”
Alloh murka mendengarnya. Diusir-Nya Iblis dari surga.
“Aku menerima keputusan-Mu,” kata Iblis. “Tapi aku ingin menyampaikan permohonan. Izinkan aku tetap hidup hingga hari kiamat tiba.”
Alloh mengabulkan permintaannya.
“Karena Kau telah mengusirku, aku bersumpah akan selalu menggoda manusia untuk berpaling dari-Mu. Mereka akan menjadi temanku di neraka!” ancam Iblis.
Iblis juga menanyakan beberapa hal sebelum ia pergi yaitu: dimanakah ia harus tinggal, bagaimana ia makan dan dimana ia tidur.
“Kau akan tinggal bersama orang yang tidak mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim saat ia masuk rumah. Kau akan makan bersama mereka yang tidak mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim saat akan makan dan tidur bersama mereka yang tidak mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim sebelum tidur,” firman Alloh. 
Penciptaan Hawa

Nabi Adam tinggal di surga dan mempelajari banyak hal sehingga ia mengetahui nama setiap benda. Seringkali Nabi Adam merasa kesepian. Setiap ras yang tinggal di surga berjumlah banyak sementara ia hanya sendirian. Suatu hari ketika Nabi Adam bangun dari tidurnya, didapatinya seorang wanita yang sangat cantik dan bermata indah tertidur di dekat kepalanya. Para malaikat yang ingin menguji kepintaran nabi Adam.
“Siapakah namanya wahai Adam?”
“Hawa (artinya makhluk hidup)!”
“Kenapa kau memanggilnya Hawa?” tanya malaikat lagi.
“Karena ia diciptakan dariku dan aku adalah makhluk hidup.”
Alloh swt berfirman, “Wahai Adam tinggalah kau dan istrimu di surga. Makanlah apapun yang kau mau kecuali buah dari pohon yang satu itu. Aku haramkan kau untuk memakannya. Sesungguhnya jika kau melanggarnya, engkau termasuk orang yang berdosa.”
Iblis tidak senang melihat kebahagiaan Nabi Adam dan Hawa di surga. Ia berusaha keras menggoda mereka supaya terusir dari surga seperti dirinya.
Suatu hari ia menyelinap ke dalam surga dan mendatangi nabi Adam, berpura-pura sebagai teman.
“Tahukah kenapa kau dilarang untuk mendekati pohon itu?” tanyanya. “Karena kalau kau memakan buahnya, kau akan abadi di surga. Bahkan mungkin bisa menjadi malaikat.”
Nabi Adam ingin sekali tinggal di surga selamanya tapi ia ragu jika harus melanggar perintah Alloh. Semakin lama Nabi Adam dan Hawa semakin ingin mencoba buah terlarang tersebut. Akhirnya Nabi Adam memanjat dan memetik dua biji buahnya. Satu diberikannya kepada Hawa. Hanya dengan satu gigitan cukup untuk menghentikan nyanyian surga di telinga mereka. Mereka berdua merasakan bahwa suasana di sekitar mereka berubah. Hati mereka yang biasanya damai tiba-tiba dapat merasakan sakit, sedih dan malu. Lalu saat mereka membuka mata, ternyata pakaian mereka telah hilang. Dengan malu mereka mencoba menutupi auratnya dengan daun-daunan. Lalu terdengarlah suara Alloh berfirman: “Bukankah Aku sudah melarangmu mendekati pohon itu dan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagimu?”
Nabi Adam dan Hawa menangis memohon ampun. Alloh swt mengampuni mereka berdua tetapi mereka tidak boleh lagi tinggal di surga.
“Turunlah kalian ke bumi. Di sanalah kalian akan hidup untuk sementara dan di sana pula kalian akan mati.” Maka turunlah mereka ke bumi. Tempat yang memang telah direncanakann untuk dihuni umat manusia, bukan karena kesalahan yang mereka lakukan. Tempat yang sangat berbeda dari surga. Tempat dimana kebahagiaan bercampur dengan kesedihan. Tempat dimana kemudahan selalu diikuti dengan kesulitan. Tempat kesempitan menyesakkan dada tapi penuh kesempatan indah bagi mereka yang berusaha. Di sinilah Nabi Adam dan Hawa tinggal. Ia menurunkan jutaan suku dan bangsa termasuk saya dan anda. Hingga kini setan tetap giat menggoda kita untuk berpaling dari-Nya. Semoga kita selalu terhindar dari bujuk rayunya.




Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis


Nabi Sulaiman AS dari negeri Ursyalim adalah putra nabi Daud AS yang memimpin negeri ini dengan sangat bijaksana. Negeri Ursyalim dikaruniai tanah yang subur dan diberikan curahan rizki yang berlimpah. Kerajaan Ursyalim merupakan kerajaan terkaya sepanjang masa. Tidak ada kerajaan manapun sebelum dan setelah kekuasaan nabi Sulaiman AS yang bisa menandingi kekayaannya. Negerinya begitu luas, bahkan di dalam istananya tebentang padang yang sebagian dihampari emas dan sebagian dihampari perak sebagai permadaninya. Dan jika tentaranya berbaris di padang itu, panjang barisannya tidak kurang dari 3 mil. Selain itu sebagai seorang nabi, nabi Sulaiman diberi mujizat yang luar biasa, dia menguasai bahasa binatang dan jin. Tidak heran jika kekuasaannya tidak hanya meliputi umat manusia tetapi juga menguasai kerajaan binatang dan kerajaan jin. Kendaraan nabi Sulaiman adalah angin, sehingga dia bisa sampai di suatu tempat hanya dengan hitungan detik.
Meski kerajaannya begitu luas, namun nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS dapat menjamin kemakmuran rakyatnya. Setiap hari beribu-ribu ternak dikurbankan dan dagingnya dibagikan kepada rakyat. Piring-piring sebesar kolam dan periuk-periuk yang tidak pernah meninggalkan tungkunya tersebar di wilayah kerajaan, sehingga rakyat tidak pernah kekurangan makanan. Selain itu kebijakan dan kearifan kedua nabi ini tidak perlu diragukan lagi.
Suatu hari nabi Sulaiman mendengar bahwa di sebuah negeri bernama negeri Shaba, ada seorang ratu yang kecantikannya tiada tara. Sayang rakyat di negeri itu masih menyembah matahari sebagai Tuhan mereka. Maka diutuslah seekor burung bulbul untuk menyampaikan surat kepada ratu Shaba. Isi surat itu adalah supaya negeri Shaba menyerahkan diri kepada negeri Ursyalim dan mengakui Alloh SWT sebagai Tuhan yang Esa.
Sementara itu ratu Shaba yang menerima surat tersebut, mengumpulkan majlisnya dan meminta pertimbangan. Ramailah suasana di dalam majlis itu. Sebagian menginginkan perang dan sebagian lagi mengusulkan untuk berdamai. Kebetulan saat menerima surat itu, negeri Syaba sedang mengalami musibah. Banyak warga Syaba yang terkena wabah yang mematikan, sehingga sebagian warga telah menjadi korban. Hal ini mebuat pertahanan negeri ini menjadi porak poranda. Dan berdasarkan pertimbangan itu pula ratu memutuskan untuk mengirimkan utusan yang akan mempersembahkan hadiah kepada raja Ursyalim sebagai tanda perdamaian. Namun ternyata raja Ursyalim menolaknya dan mengancam akan menyerang negeri syaba jika mereka tetap tidak mau bertobat.
Akhirnya ratu memutuskan untuk datang sendiri mengunjungi negeri Ursyalim untuk bertemu dengan nabi Sulaiman AS.
Perjalanan menuju Ursyalim membutuhkan waktu berhari-hari dan harus ditempuh dengan jalur darat dan laut. Namun lelahnya perjalanan itu terobati ketika melihat betapa indahnya negeri Ursyalim. Nabi Sulaimn AS sendiri yang menyambut rombongan ratu Syaba.
“Perkenankan aku memanggilmu Bilqis wahai ratu Shaba. Artinya adalah permaisuri yang cantik,” kata nabi Sulaiman yang membuat ratu Shaba itu tersipu.
Di depan gerbang istana ratu tercengang melihat kemegahan istana Ursyalim. Istana itu terletak seolah di tengah-tengah sebuah kolam yang sangat jernih.
Dan nabi pun berkata, “Wahai Bilqis masuklah engkau ke dalam istana!”
Maka ratu mengangkat sedikit roknya karena takut airnya akan membasahi roknya.
Melihat itu nabi menenangkannya dan berkata,”Jangan takut wahai Bilqis, sesungguhnya yang kaulihat ini bukan air melainkan kaca yang licin.”
Mereka lalu masuk ke dalam istana dan nabi Sulaiman mempersilahkan ratu Shaba atau ratu Bilqis untuk duduk di singgasana. Betapa terkejutnya ratu ketika menyadari bahwa singgasana yang akan didudukinya adalah tidak lain singgasananya sendiri yang seharusnya berada di negerinya.
“Apakah singgasana ini mirip dengan singgasanamu? Tanya nabi.
“Yah, memang mirip. Hanya saja ada beberapa permata yang hilang dari tempatnya,” jawab ratu sambil meneliti singgasana tersebut.
“Itu memang singgasanamu!” kata nabi.
“Bagaimanakah caranya singgasanaku bisa sampai kemari sementara aku menguncinya di negeriku?” tanya ratu.
“Tentu atas ijin Alloh, seseorang bisa membawanya kemari bahkan sebelum aku sempat berkedip,” kata nabi.
Ratu terkagum-kagum mendengar penjelasan nabi. Kini dia semakin yakin bahwa nabi Sulaiman bukan raja sembarangan.
Mereka lalu menuju taman istana dimana berbagai macam buah tumbuh subur dan di dalamnya mengalir sungai-sungai yang mengalirkan air dengan bermacam rasa. Sungguh anugrah Alloh yang luar biasa. Melihat semua peristiwa ini, ratu Bilqis menyatakan keimanannya kepada Alloh SWT dan mengakui nabi Sulaiman sebagai rosul utusan Alloh.
Ternyata pertemuan dua insan ini menimbulkan rasa cinta yang mendalam, sehingga nabi Sulaiman AS meminang ratu Syaba dan mereka pun menikah.
Cinta sejati mereka hanya terpisahkan ketika pada suatu hari di masa tuanya, nabi sedang mengawasi para jin bekerja lalu tiba-tiba jatuh tesungkur karena tongkat yang dipegangnya dimakan rayap. Rupanya nabi telah tiada sejak lama. Dan kalau bukan karena rayap yang menggerogoti tongkatnya hingga patah, tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa nabulloh itu telah pergi. Subhanalloh semoga kita selalu menjadi hamba Alloh yang bersyukur. Amin.

Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala

Nabi Ibrahim AS dilahirkan di Babylonia saat rakyat di negeri itu menjadi penyembah berhala. Berhala mereka banyak. Ada yang kecil ada pula yang besar dengan bermacam-macam bentuk. Setiap hari mereka meletakan sesaji di bawah kaki-kaki berhala itu padahal patung-patung itu tidak akan mungkin memakannya. Ayah nabi Ibrahim sendiri adalah pembuat berhala ternama. Namun sejak kecil Alloh selalu melindungi hati nabi Ibrahim, sehingga dia menolak untuk menyembah berhala. Sejak kecil dia sering pergi ke gua untuk mencari tahu siapa Tuhan yang patut disembah. Awalnya dia yakin bahwa matahari adalah Tuhan, karena dia bersinar dengan terang dan kelihatan agung. Namun matahari selalu tenggelam di sore hari, maka dia yakin bahwa matahari bukanlah Tuhan karena matahari tidak kekal dan Tuhan haruslah abadi. Hingga akhirnya Alloh menurunkan firman-Nya dan mengangkatnya menjadi rasul dan memerintahkan untuk mengajarkan agama Tauhid kepada kaumnya.
Mulailah nabi Irahim mengajarkan keesaan Tuhan kepada kaumnya, bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Alloh SWT. Sangat sulit mengubah keyakinan yang sudah berakar kuat itu. Hanya sedikit yang mau beriman kepada agama nabi Ibrahim. Mereka bahkan mengejek dan memusuhi nabi Ibrahim beserta kaumnya. Bahkan ayahnya pun turut membujuk nabi Ibrahim untuk meninggalkan keyakinannya. “Tidak ayah, meski aku harus mati terbunuh, aku tidak akan berhenti menyembah Alloh Tuhan sekalian alam,” kata nabi Ibrahim lantang.
Saat itu Babylonia dipimpin oleh raja Namrudz yang juga peyembah berhala. Setiap tahun raja Namrudz selalu mengadakan perayaan besar untuk menghormati tuhan-tuhan mereka. Semua berhala akan dicuci dan diberi wewangian dan kemudian diberi sesaji. Lalu mereka akan berkumpul di lapangan utnuk berpesta. Pada saat itu ruang tempat penyimpanan berhala raja Namrudz akan ditinggalkan penjaganya. Maka nabi Ibrahim pergi ke ruang berhala. Dia melihat di dalam gedung itu ada puluhan berhala berbagai bentuk dan ukuran. Nabi Ibrahim membawa sebuah kampak. Dengan kampak itu dihancukannya semua berhala kecuali satu yang paling besar. Kampaknya dia gantungkan di leher berhala besar itu. Kemudian dia melenggang meninggalkan tempat itu.
Ketika raja Namrudz dan rakyatnya kembali, mereka terkejut melihat tuhan-tuhan mereka sudah berantakan. Mereka semua marah dan bertanya-tanya siapa pelakunya. Lalu seseorang berkata, “ini pasti ulah Ibrahim. Dia kan tidak suka dengan tuhan-tuhan kita. Jadi pasti dia!” Mereka semua setuju bahwa nabi Ibrahimlah yang bertanggung jawab dan karena itu harus dihukum. Maka raja Namrudz memerintahkan untuk membawa nabi Ibrahim ke hadapannya.
“Wahai Ibrahim. Katakan dengan jujur, benarkah kau yang menghancurkan tuhan-tuhan kami?” tanya raja Namrudz.
Nabi Ibrahim melihat ke sekelilingnya lalu berkata dengan tenang, “apakah ada buktinya bahwa saya yang melakukannya. Kenapa kalian tidak menuduh berhala besar yang di sana itu. Bukankah di lehernya tergantung kampak. Itu bukti bahwa dia yang menghancurkan berhala lainnya.”
Semua yang hadir di situ tertawa mendengar jawaban nabi Ibrahim. Mereka mencemoohkan dan menganggap nabi Ibrahim sudah gila. “Mana mungkin berhala itu bisa menghancurkan berhala lainnya? Dia tidak bisa bergerak dari tempatnya!” kata raja Namrudz.
“Lalu kenapa kalian percaya mereka adalah Tuhan yang melindungi kalian? Sedangkan menolong dirinya sendiri saja mereka tidak mampu,” kata nabi Ibrahim tenang. “Tuhanku adalah Alloh swt yang menciptakan alam semesta juga menghidupkan dan mematikan manuasia” lanjut nabi Ibrahim.
“Aku juga bisa! Dengan perintahku aku bisa membunuh orang supaya mati atau membiarkan mereka tetap hidup!” kata raja Namrudz.
“Alloh Tuhanku bisa menerbitkan matahari dari ufuk timur dan menenggelamkannya di ufuk barat. Apakah tuan bisa?” tantang nabi Ibrahim.
Mereka semua terdiam. Dalam hati mereka membenarkan jawaban tersebut. Namun raja Namrudz tidak ingin kehilangan wibawanya. Dia memerintahkan pengawalnya untuk mencari ranting kering dan membuat api unggun yang besar. “Aku akan membakarmu hidup-hidup! Coba buktikan bahwa Tuhanmu bisa menolongmu!” tantang raja Namrudz. Nabi Ibrahim tetap tenang menghadapi tantangan itu. Lalu dia berdoa kepada Alloh untuk memohon perlindungan-Nya. Alloh berkenan utuk melindungi nabi Ibrahim. Ketika nabi Ibrahim masuk ke dalam api unggun dan api sudah mulai membakarnya, Alloh memerintahkan api untuk menjadi dingin sehingga nabi Ibrahim lolos dari maut.
Begitulah jika Alloh berkehendak, maka hal yang mustahil pun bisa terjadi. Namun kesesatan memang sulit diluruskan. Raja Namrudz dan umatnya tetap saja ingkar dengan ajaran nabi Ibrahim dan tetap menyembah berhala. 

sumber : www.freewebs.com